Minggu, 12 Februari 2012

CARA MERAWAT KARBURATOR

Karburator merupakan elemen yang sangat vital bagi kendaraan anda. Jika perawatanny tidak baik, maka besar kemungkinan kendaraan anda akan ‘rewel’ saat anda kendaraai. Berikut ini adalah tips – tips yang dapat anda pergunakan untuk merawat karburator kendaraan anda.

1. Membersihkan filter udara atau penampung debu. Lepaskan filter udara yang terpasang pada mulut karburator, lepas busa filter lalu bersihkan dengan cairan pembersih lalu biarkan kering sendiri. Jangan dibersihkan dengan cara disemprot udara bertekanan tinggi karena dapat menyebabkan rusaknya pori-pori busa filter tersebut.
2. Membersihkan karburator. Bukalah karburator dengan cara melepas baut-baut pengikat, tutup karburator, katup cuk (choke) dan kran bensin. Gunakan kunci yang sesuai agar alat-alat tersebut tidak gampang dol. Lepas komponen-komponen karburator lalu tempatkan dalam wadah yang berisi cairan pembersih, agar mudah gunakan saja cairannya bensin.
Lepas mangkok karburator, pelampung dan jarum pelampung, main jet, pilot jet dan yang lainnya. Hati-hati terhadap parts yang kecil-kecil dan seal atau karet pelindung. Sebaiknya anda tempatkan dalam wadah yang mudah terlihat agar pada saat pemasangan tidak bingung mencarinya.
Jika sudah terlepas semuanya maka bersihkan karburator dengan kuas, lalu semprot lubang-lubangnya dengan udara bertekanan tinggi. Gunakan amplas halus untuk membersihkan kotoran pada spuyer-spuyer. Jangan terlalu banyak mengamplasnya karena dapat menyebabkan perubahaan ukuran diameter spuyer.
Setelah bersih, pasang kembali spuyer-spuyer tersebut. Gunakan obeng spuyer dan pengecangannya jangan terlalu keras, cukup gunakan dua jari pada ujung obeng.
3. Menyetel tinggi pelampung. Sebelum dipasang komponen-komponen karburator sebaiknya anda jangan lupa untuk mengatur tinggi pelampung bensin dengan menggunakan jangka sorong atau stigmat.
4. Merakit karburator. Pasanglah kembali bagian-bagian karburator yang tadi dilepas. Rakit karburator dan filter udara dengan dipasangkan kembali pada lubang mesin. Lalu setel kondisi langsam motor pada keadaan mesin hidup. Setel spuyer angin-angin dengan cara memutar searah jarum jam hingga mentok lalu putar balik beberapa putaran sesuai dengan standar mesin atau kondisi mesin motor anda. Anda juga harus menyetel baut penyetel langsam yang terletak di pinggir badan karburator. Setel pada keadaan panas mesin yang ideal. Setelan putaran mesin jangan terlalu rendah atau pelan karena akan membuat oli tidak dapat naik karena tidak terpompa akibat rendahnya putaran mesin.

1.    CARA SETING KARBURATOR MOTOR
Menurut saya dari pengalaman yang saya dapatkan selama saya mengikuti pkl kemarin bahwa tugas utama karburator adalah mencampur Bahan Bakar (BB) + Udara (O2). Kira-kira dengan perbandingan range nya BB : O2 adl 1 : 13-15. Pokoknya bagaimana caranya biar mesin dapet suplai campuran segitu. Kenapa harus pakai range, padahal teori di buku2 pembakaran ideal itu 1:14.? Jwbannya adalah Karena kondisi mesin & linkungan mempengaruhi settingan campuran BB:O2.
Misal: Kompresi makin tinggi BERARTI mesin makin panas BERARTI butuh suplai Bahan Bakar lebih banyak biar mesin gak jebol.
Humidity (kelembaban) lingkungan makin tinggi BERARTI campuran BB terkontaminasi air, BERARTI campuran makin miskin, BERARTI bensin hrs lebih banyak.Suhu lingkungan rendah BERARTI suhu kerja mesin turun BERARTI bensin harus dikurangi agar suhu kerja mesin jadi ideal.
Knalpot bobokan (Free flow) BERARTI rpm makin tinggi BERARTI suhu mesin meningkat BERARTI  .Dan masih banyak lagi parameter yg harus diperhatiin termasuk desain lubang masuk  pada blok yang berpengaruh dengan settingan spuyer sebagai penyalur Bahan Bakar.Itu teori dasarnya.
Setting Karbu:
Karbu punya 2 spuyer :
Satu buah main jet (untuk NSR satandart ukurannya 130) yang berperan meyalurkan Bahan Bakar saat bukaan gas sekitar setengah putaran keatas
Satu buah pilot jet (NSR std ukurannya 45) yg berperan menyalurkan Bahan Bakar dari putaran gas 0 derajat sampe penuh, cm efek dari pilot jet ini bisa dikatakan tidak terlalu signifikan pada bukaan gas penuh N rpm mesin yg sudah tinggi.
Hal lain yang berpengaruh dengan setingan termasuk :
Ukuran Venturi karbu
Jarum skep
Stelan angin
Power jet.
Venturi karbu makin besar maka makin banyak udara yg lewat sehingga butuh spuyer lebih besar baik pilot atau main jetnya supaya campuran bisa pas.
Trus kapan kita membesarkan atau mengecilkan spuyer-spuyer tadi? Sebelumnya harus tahu dulu gejala-gejala mesin saat kekurangan Bahan Bakar dan kebanyakan Bahan Bakar :
1.    “Ngempos” adalah gejala mesin seperti kehilangan tenaga yang disebabkan kekurangan Bahan Bakar.
2.    “Mberebet” adalah gejala mesin yang sebenernya dirasa pada tenaga seperti tertahan dan kadang dibarengi dengan suara benturan logam kalau settingannya terlalu basah.
Berarti kalau NGEMPOS mesin butuh Bahan Bakar, kalau BREBET mesin kebanyakan Bahan Bakar.
Kasus-Kasus
Nah berikut kasus-kasus yang sering terjadi karena masalah pilot jet : Motor kalau pagi susah hidup karena begitu gas dibuka ngempos terus mati ya berarti naekin pilot jet.Motor sudah jalan tapi sering tiba-tiba kehilangan tenaga saat putaran gas N ( Neutral ) putaran rendah berarti naikin pilot jet
Motor sering over heat saat jalan pelan berarti minta naek pilot jet
Motor brebet di putaran bawah tapi enak di put atas berarti pilot jet kebesaran.
Motor gak pakei di cuk kalau pagi N ( Neutral ) bisa langsung start
(ini juga tidak normal) berarti pilot harus turun.
Kesimpulannya, kl ada gejala ngempos,suhu tinggi diputaran yg relatif rendah maka minta naek pilot jet, N kl ada gejala brebet di put rendah jg maka pilot hrs turun.
Terus untuk kasus-kasus mainjet:
Motor dibawa kebut-kebutan sampe putaran atas terus begitu finish jalan pelan-pelan jadi ngempos dibarengi asap ngebul BERARTI suhu saat putaran tinggi meningkat drastis BERARTI main jet minta naik Nafas motor di putaran atas terlalu panjang berarti mainjet minta naik.Mtr ngelitik padahal yg lain normal BERARTI suhu mesin SANGAT TINGGI saat putaran atas BERARTI main jet minta naik.Motor Brebet di put atas saja berarti main jet minta turun
dll. Kesimpulannya, jika mtr Brebet di put atas berarti main jet hrs turun, jika mtr suhunya tinggi di putaran atas berarti main jet minta naik.
Note: Setiap ada perubahan ukuran spuyer wajib setting angin
Jangan berpatokan pada indikator suhu di dashboard tuk panduan setting krn pasti gak sesuai, ini butuh joki yg feelingnya dah kuat.
Adakalanya detonasi tdk bisa diobati dengan naekin spuyer jika detonasinya sudah parah. Ini berarti ada ketidaknormalan pada komponen mesin lainnya.
2.    TIPS SETEL KARBURATOR LANGSAM
Banyak pemakai motor suka mengotak-atik setelan langsam motornya, dengan alasan langsamnya kegedean, akhirnya dikecilin sampai sekecil mungkin. hati-hati… cara begitu tidak dianjurkan oleh pihak pabrikan, Tanya Kenapa?
Karena mesin butuh pelumasan yang bagus, nah… pelumasan ini bekerja dengan baik berdasarkan tekanan dari putaran pompa oli dari mesin bagian bawah ke mesin bagian atas, kalau pada saat langsam RPM mesin dibawah ketentuan pabrikan, maka akan berdampak tidak baik pada motor kamu.! karena system pelumasan kurang sempurna ujung-ujungnya usia mesin jadi ngagak seperti seharusnya…. Begitu sobat…
Nah disini saya akan bahas sedikit mengenai cara menyetel langsam motor yang bener.
Pertama, kita harus tahu berapa ukuran RPM standart tipe motor yang akan di stel, misalnya tipe Tiger Revolution.
Besarnya putaran mesin langsam tipe motor ini adalah 1300 – 1500RPM
Nih caranya:
Putar penyetel langsam yang ada dikarburator pada sebelah kiri motor hingga putaran mesin menengah atau kira-kira 2000-2500RPM
Langkah berikutnya menyetel skrup udara yang ada di bagian bawah pada karburator dengan menggunakan alat Obeng (-) kecil
Besarnya stelan angin untuk tipe motor Tiger ini adalah kurang lebih antara 2 – 2,5 putaran. (putar kekanan mentok dan kembalikan kekiri hingga 2 – 2,5 putaran (sampe ketemu putaran mesin yang paling stabil).
Kemudian kecilkan RPM dengan memutar baut penyetel langsam kekiri hingga ditemukan 1200 – 1300RPM, dengan melihat jarum penunjuk pada Tachometer. seperti pada gbr dibawah ini…
Kendala yang dihadapi saat menyetel langsam :
Mesin tersendat-sendat (tidak bisa stabil)Periksa lubang main jet dan slow jet, pastikan tidak tersumbat dan sudah terpasang dengan baik Ukuran Main jet dan slow jet tidak berubah ( sesuai dengan standar ) apabila tidak sesuai, maka bisa susah langsam, karena campuran BB tidak tepatPeriksa apakah ada kebocoran udara pada karburator dan intake manifold Putaran mesin turun terlalu lama (nge-gerung) Periksa kemungkinan baut karburator masih kendor, sehingga ada kebocoran udara Periksa kedudukan jarum skep & skep sudah tepat dan tidak macet/seret pada saat Balik Periksa per skep mungkin sudah lemah Periksa lubang main jet dan slow jet, pastikan tidak tersumbat dan sudah terpasang dengan baik Periksa, kemungkinan BB bercampur dengan airKnalpot nembak-nembak setelah gas ditarik Periksa lubang main jet dan slow jet, pastikan tidak tersumbat dan sudah terpasang dengan baikPeriksa tidak ada kerusakan pada seal(karet) pada stelan angin, dengan membuka dan melepas skrup stelan angin dari karburator.Periksa dan pastikan bahwa skrup stelan angin tidak cacat (ujung yang lancip pada stelan angin tidak patah)
3.    Setting Karburator menurut Keihin, Mikuni & G. Bell
________________________________________
Setting Karburator menurut Keihin, Mikuni & G. Bell
Posted on July 8, 2007 by andryans rata-rata pada saat kita service karburator di bengkel setelan angin (air screw) dicari dengan patokan teriakan mesin tertinggi, bahkan di geber sampe putaran gas FULL. …. Bisa ! masing-masing cara orang memang beda menerapkannya tapi tujuannya sama adalah mencari settingan yang pas.Berikut adalah diagram panduan (secara teori) untuk setting airscrew (IDLE) & PJ khususnya.


Carb Tuning Keihin 1:

sumber: keihinTerlihat pada hampir 1/2 putaran gas, setting AirScrew dan PJ tidak berfungsi lagi. Justru kita bisa lihat perpindahan antara PJ dan PJ di isi oleh clip position, tapi sayang Karburator yg kita pakai khususnya Keihin PE tidak ada setelan klipnya. Pada putaran gas 3/4 s/d Full hanya MJ berfungsi.
Carb Tuning Keihin 2: Carb Tuning Keihin 3 (Graham Bell):
A = most effective
B = fairly effective
C = small influence
D = no influence
Jika berpatokan pada diagram 1 s/d 3, setting airscrew di setting pada saat IDLE (RPM 2000), dicari nafas tertinggi. Untuk memastikan settingan sudah pas atau belum lihatlah kondisi BUSI. Jika Merah bata berati passs & motorpun menghasilkan performa maksimal & IRIT !!!
Semoga bermamfaat. diambil dari berbagai sumber: keihin, mikuni & buku2 tuning motor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar